Belajar Memahami Aperture dan Depth of Field

foto yang menggunakan Depth of Field (DOF) untuk foreground

Pradirwan - Sebagai fotografer pemula, ada baiknya sering-sering belajar teori photography. Bagi saya, dengan memahami teorinya, akan membantu kita dalam memotret, sehingga photo yang dihasilkan sesuai dengan yang kita inginkan.


Setiap kali berbicara tentang fotografi dan kamera, istilah aperture dan depth of field (DOF) sering sekali terlontar. Namun tak jarang bagi pemula, istilah tersebut belum dimengerti. Nah, bagi yang mau belajar fotografi, bolehlah membaca catatan ini sampai habis ya, mudah-mudah mencerahkan.

Aperture adalah ukuran seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat mengambil foto.

Saat memencet tombol shutter, lubang di depan sensor kamera akan membuka, nah setting aperture-lah yang menentukan seberapa besar lubang ini terbuka. Semakin besar lubang terbuka, makin banyak jumlah cahaya yang akan masuk terbaca oleh sensor.

Aperture atau bukaan dinyatakan dalam satuan f-stop. Misalnya tertulis bukaan/aperture 2.8, dalam bahasa fotografi yang resmi bisa dinyatakan sebagai f/2.8. Uniknya, semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang ini terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk) serta sebaliknya, semakin besar angka f-stop semakin kecil lubang terbuka. Atau dengan kata lain, setting aperture f/2.8 berarti bukaan yang jauh lebih besar (f besar) dibandingkaan setting f/22 (f kecil).

Sedangkan istilah depth of field (DOF), adalah ukuran seberapa jauh bidang fokus dalam foto. 

Berbeda dengan aperture, DOF yang lebar berarti sebagian besar obyek foto (dari obyek terdekat dari kamera sampai obyek terjauh) akan terlihat tajam dan fokus, misalnya pada landscape photography . Sementara DOF yang sempit (shallow) berarti hanya bagian obyek pada titik tertentu saja yang tajam sementara sisanya akan blur, misalnya pada macro photography.

Untuk mendapatkan DOF yang lebar gunakan setting aperture yang kecil, misalkan f-22 (makin kecil aperture makin luas jarak fokus). Sementara untuk mendapat DOF yang sempit, gunakan aperture sebesar mungkin, misal f/2.8.

Demikian, catatan fotografi tentang Aperture dan Depth of Field singkat kali ini. Semoga bermanfaat ya.

No comments