BREAKING NEWS

Laut Pantai Selatan Pelabuhan Ratu, antara cerita dan keindahan sesungguhnya

Prasasti depan pintu masuk Inna Samudra Beach Hotel

Pradirwan - Apa yang ada dipikiran anda jika mendengar laut pantai selatan?

Pada awalnya, aku agak “ngeri-ngeri sedap” bila mendengar kata-kata laut pantai selatan. Betapa tidak? Sejak kecil aku sudah diperkenalkan cerita yang berhubungan dengan laut pantai selatan yaitu cerita Ratu Laut Pantai Selatan atau Nyi Roro Kidul.

Apalagi cerita tersebut sudah pernah diangkat ke layar lebar dengan pemeran legendarisnya almh. Suzanna yang pertama kalinya aku tonton dulu sejak jaman layar tancap masih eksis di kampung-kampung.

Berbekal cerita itulah, ku mulai perjalananku dari Bandung ke Pelabuhan Ratu ini. Setelah melakukan persiapan seperlunya, aku mulai bergegas menuju Kota Baru Parahyangan, Padalarang, menunggu rekan-rekan sekantorku menjemputku disana. Jam tanganku menunjukkan pukul 09.40 WIB ketika aku turun dari angkot berbarengan dengan rekanku yang juga sudah ada di belakang mobil angkot yang ku tumpangi. Tepat sekali jemputanku tiba.

Sekitar pukul 15.10 WIB kami tiba di Pelabuhan Ratu. Setelah lebih dari setengah jam kami di tempat tujuan dilakukannya kegiatan untuk registrasi, kami bergegas mencari penginapan tempat kami bermalam. Panitia menyarankan kami untuk ke Inna Samudra Beach Hotel. Kami pun menyetujuinya dan check in di hotel ini.

Inna Samudra Beach Hotel (ada yang menyebutnya Samudra Beach Hotel atau SBH) ini beralamat di Jl. Raya Cisolok KM.7 Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Hotel ini ternyata merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dibangun tahun 1962 dan selesai akhir tahun 1965. Biaya pembangunannya berasal dari dana rampasan perang Jepang Rp. 660 milyar (uang rupiah lama) dan pelaksana pembangunannya dilakukan oleh Perusahaan Negara Pembangunan Perumahan (Indonesia) dan Taise Kanko Kaisha Ltd (Jepang).

Samudra Beach Hotel yang dibangun presiden Soekarno ini dibangun memanjang dari timur ke barat dan menghadap langsung ke Laut Pantai Selatan (Samudera Hindia). Hotel ini merupakan hotel berbintang 4 di kawasan Pelabuhan Ratu. Tidak heran jika hotel ini memiliki fasilitas yang lengkap, mulai dari service yang baik, kolam renang, taman bermain, hingga letaknya yang di pinggir pantai. Konon katanya hotel ini sempat menyaingi beberapa hotel di Bali karena fasilitas dan kemegahannya.

Cerita lainnya yang kudapat tentang hotel ini adalah ada satu kamar yang katanya khusus untuk “penguasa Pantai Selatan”. Kamar tersebut bernomor 308, yang terletak di lantai 3. Pada daun pintunya tertulis “private”, bukan nomor kamar 308. Pas kebetulan saat kami beranikan diri mengunjungi kamar misteri tersebut pada malam Jumat kemarin, dan ternyata sudah ada yang membooking kamar tersebut, terlihat beberapa pasang sandal berada di luar pintu kamar tersebut. Akhirnya kami mengurungkan niat memasuki kamar tersebut.

Informasi dari beberapa kawan yang sudah memasuki kamar 308, kamar ini didominasi warna hijau, bau dupa, sesajen dan kembang melati menambah suasana mistis didalamnya. Di dekat kasur yang diatasnya terdapat rangkaian bunga melati terpampang lukisan Nyi Roro Kidul karya Basuki Abdullah.

Terlepas dari pro kontra tentang keberadaan kamar 308 dan legenda Nyi Roro Kidul, kami menganggapnya bahwa di setiap daerah pasti terdapat cerita ataupun legenda. Legenda Nyi Roro Kidul yang berkembang di Pelabuhan Ratu merupakan bagian dari khazanah budaya masyarakat Indonesia. Terserah pembaca menanggapinya.

Daripada kami terpengaruh cerita tersebut, lebih baik kami menikmati view yang disuguhkan Samudera Beach Hotel yang sangat indah. Cerita mistis yang kami dengar di awal perjalanan, langsung terhapus dengan keindahan Laut Pantai Selatan Pelabuhan Ratu.


Bagaimana? Masih ragu untuk berkunjung ke Laut Pantai Selatan Pelabuhan Ratu?

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © 2021 Pradirwan and OddThemes