BREAKING NEWS

Goa Tanding, Eksotisme Wisata Bawah Tanah Yogyakarta

Gerbang memasuki area goa Tanding, Gunung Kidul, Yogyakarta 

Pradirwan - Sebuah destinasi wisata baru bermunculan di daerah Yogyakarta, khususnya di Kab. Gunung Kidul. Kabupaten yang memiliki bentangan alam sepertiga luas Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini melingkupi hingga 144 desa dan 18 kecamatan.

Konon, daerah ini dulunya berada di dasar laut. Fakta menarik ini terungkap dari ditemukannya beberapa fosil hewan-hewan laut purba di Gunung Kidul. Tak heran, wilayah ini menjadi daerah yang potensial untuk wisata, dimana daerahnya sendiri dikelilingi oleh perbukitan dan gunung karst. Di dalamnya ternyata juga terdapat goa-goa yang dialiri air sungai.

Bila sedang mencari lokasi wisata seru yang menantang adrenalin, coba datangi goa yang terletak di wilayah Gunung Kidul. Salah satu goa menarik yang patut dikunjungi yaitu Goa Tanding.

Untuk menyusuri ke dalam Goa Tanding, pengunjung menggunakan perahu karet ini

Penampakan akses masuk dan keluar goa Tanding (foto dari dalam goa)

Mendengar nama Goa Tanding, yang terbesit di benak saya adalah suatu tempat yang dulunya digunakan sebagai tempat pertandingan atau ada yang bertanding membuat sebuah goa. Ternyata, dugaan saya salah besar. Goa ini diberi nama demikian sesuai dengan nama penemu goa tersebut, yaitu Harto Tanding. Pemandu kami, mas Fiki (Brayen), menyapanya dengan sebutan Mbah Harto.
Kami bertiga menyusuri goa Tanding menggunakan perahu karet. 


Sekitar tahun 1996, Mbah Harto tak sengaja menemukan goa sepanjang kurang lebih 450 meter ini. Berawal dari keinginannya membuat sumur untuk mendapatkan sumber air bagi keluarganya, lelaki berusia sekitar 65 tahun ini mulai menggali tanah dengan linggisnya. Tak disangka, linggis tersebut menembus sebuah rongga yang kemudian menyisakaan lubang menganga. Dari lubang itu, alat yang terbuat dari besi panjang itu pun terjatuh dan menemukan sumber air. Mbah Harto pun dapat mencukupi kebutuhan air keluarganya.
Penampakan lubang bekas galian Mbah Harto Tanding dari dalam goa. 

Lubang itu membuat cahaya matahari bisa masuk ke dalam goa. Cahaya ini oleh beberapa pengunjung dianggap sebagai "cahaya dari surga" dan menjadikannya salah satu spot favorit untuk foto.

Bekas lubang galian sumur tersebut masih bisa kita saksikan dari dalam goa dan menjadi salah satu spot menarik untuk berfoto. Pada spot ini, cahaya matahari bisa masuk ke dalam goa. Para pengunjung menyebut spot ini sebagai “cahaya dari surga”.

Mulanya, satu-satunya akses memasuki Goa Tanding ini hanya melewati lubang yang dibuat mbah Harto tersebut. Kabar penemuan sumur Mbah Harto tersiar hingga ke telinga Pak Sadam, seorang putra daerah Bejiharjo itu telah jadi miliarder berkat usaha berjualan bakso yang terkenal seantero Yogyakarta. Pada 2015, berbekal senter, ia turun ke sumur Mbah Harto. Ia paham betul, di dasar sumur Mbah Harto ada sistem perguaan yang sama sekali belum tersentuh. Ia prakarsai pengembangan wisata gua yang lebih dulu dilakukan penelitian oleh ahli geologi dari Kampus UPN Veteran Yogyakarta.
Salah satu stalagtit terbesar dan masih aktif di goa Tanding. Stalagtit ini dinamakan "sayap bidadari" karena bentuknya yang seperti sayap.

Setelah dilakukan penelitian, Goa Tanding ini memang layak untuk dijadikan tempat wisata baru yang sejenis dengan Goa Pindul. Kedua goa tersebut terletak di dusun Gelaran II, desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Lokasinya saling bersebelahan dan masih menggunakan aliran sungai yang sama.

Namun, Goa Tanding ini menawarkan eksotisme wisata susur goa yang berbeda. Ia memiliki ruang yang lebih besar dan luas serta lorong yang lebih panjang. Oleh karena itu, penelusuran dapat dilakukan dengan perahu karet berkapasitas 6 orang. Pengunjung dapat menikmati pesona Goa Tanding bersama teman ataupun keluarga tanpa perlu merasa takut pakaiannya basah.
Penampakan ruang goa Tanding dengan background Sayap Bidadari


Goa ini memiliki lebar 4-8 meter dengan ketinggian 4-11 meter akan membuat leluasa saat menyusuri keindahan stalakmit dan stalaktit yang berada di sepanjang goa. Bebatuan disana diperkirakan berusia 50 ribu juta tahun. Binatang khas penghuni goa seperti kelelawar (kampret) ditemukan juga dibeberapa langit-langit goa.
Sekumpulan kelelawar yang bergelantungan di langit-langit goa Tanding


Kedalaman air di sepanjang lorong goa bervariasi yaitu sekitar 2-6 meter. Selain itu, keunikan lainnya terletak pada pintu masuk maupun keluarnya yang hanya memiliki satu pintu untuk jalan masuk dan keluar. Pembuatan pintu masuk-keluar ini dilakukan pada 2016.

Selain pintu masuk dan lubang tadi, keseluruhan kondisi di dalam goa gelap gulita. Beruntung, pemandu sudah menyiapkan senter untuk penerangan. Untuk menambah penerangan, sebaiknya pengunjung perlu membawa lampu senter sendiri.

Obyek wisata ini memang masih tergolong baru dan saat ini dikelola dengan baik. Keindahannya membuat Goa Tanding menjadi potensi wisata alam yang menjanjikan. Tak heran goa ini dinamakan goa Tanding, selain untuk menghormati sejarah penemuannya, goa ini juga akan menjadi tandingan goa-goa lain disekitarnya.

artikel ini telah ditayangkan di AyoBandung.com dan AyoYogya.com

Share this:

1 comment :

 
Copyright © 2021 Pradirwan and OddThemes